Friendship on Vacation

Pengalaman liburan bersama sahabat-sahabat baik

            Saat masih SMA dulu saya sering berlibur bersama sahabat-sahabat ke berbagai tempat yang indah di kawasan Madura terlebih lagi di kawasan Kota tercinta Pamekasan. Kami biasa menyebut berlibur dengan jalan-jalan saja karena kami anggap liburan kami itu bukan liburan yang besar karena tidak sampai menyewa mobil dan tenggang waktunya tidak sampai sehari semalam atou lebih, atau bisa di bilang dalam satu hari itu saja bahkan paling banter hanya sampai Adzan Dzuhur kami langsung beranjak pulang.

Kami sudah berlibur ke semua tempat yang indah di kota kami, tetapi mungkin terlalu berlebihan jika dibilang kami sudah berlibur ke semua tempat di kota Pamekasan ini. Baiklah kami sudah pernah pergi ke Air terjun di Kadur, Plesteran di BLB(Belumbungan), Pantai Talang, Pantai Jhumiang, Sumber mata air di Omben dan Candi Borobudur dan Malioboro di Jogja. “Loh kok Jogja?. . . katanya di Madura saja”. Nanti saya ceritakan di blakang.

***

            Air terjun di kadur adalah tempat yang indah dan menawan. Awalnya saya tidak percaya bahwa ada yang namanya air terjun di pulau garam ini akan tetapi hal itu salah ternyata ada juga tempat indah nan eksotis tepatnya di Kadur. Saya tidak tau persis tepatnya tempat wisata itu maklum lah jalanya yang berkelak kelok area perbukitan dan jalan aspal yang bisa di katakana sela’but(semerawut) dengan lubang, pokoknya rusak parah jalan itu. Bisa di katakana akses menuju tempat itu rusak berat.

Kami berangkat sekitar jam 07.00 pagi sesuai rencana akan tetapi biasalah namanya juga anak muda jamnya suka ngaret bahkan sampai satu jam. Jadi yang paling pas klo mau janjian jam tujuh lewat satu jam hohoho. . . tapi tak apalah itu juga yang bikin seru, sensasi menunggu yang tak bisa di ungkapkan. Jalan yang berkelok dan bertikungan banyak membuat kami harus bertanya pada penduduk sekitar lebih dari 3kali dan akhirnya kita pun bisa sampai ke tempat tujuan.

F.R.I.E.N.D

            Ohya. . . saya belum cerita siapa saja yang ikut serta dalam perjalanan ini. Oke lah saya Bahron firmansyah, Suhada, Nurul hidayat, dan Putra dwi wardhana itu dari cowoknya. Dari ceweknya ada Khafiatul hasanah, Nurul isnaini, Nurfadilah, dan yang terakhir Lailatul qomariah.

F.R.I.E.N.D

Kami sangat menikmati keindahan tempat itu. Kami bermain, bercanda, tertawa bersama, dan tak lupa kebiasaan kita yaitu berfoto bersama. Pokoknya rasa senang dihati takterukur dengan apapun. Akan tetapi ada beberapa hal yang kami temui disana dan kami tidak suka salah satunya banyak sampah dan keadaan tempat wisata yang tidak teratur, sepertinya tidak tersentuh sedikitpun tangan pemkab pamekasan, dan adalagi yaitu dimana-mana terlihat sepasang kekasih yang berpacaran. Meskipun mereka berpacaran biasa tpi kita selaku orang yang masih waras tau kalau tingkah berpacaran mereka sudah tidak wajar.

F.R.I.E.N.D

            Ada kisah sedih juga dalam perjalanan ini sobat kami yang bernama Laylatul qomariah atau Ila kehilangan helemnya. Sudahlah. . . itu cerita sedihnya.

***

            Lanjut cerita pengalaman saya bersama sahabat yang lain menuju Plesteran di Belumbungan. Pada perjalanan ini kami hanya berempat saja karena perjalanan ini terjadi dadakan, kebetulan saat hari sabtu pulang sekolah jadi kebanyakan sahabat kami yang sudah terlanjur pulang. Kami hanya berempat yakni Fia, Nurul, Suhada, dan saya sendiri Bahron.

F.R.I.E.N.D

Saat pulang sekolah tanpa sengaja kami seadanya berencana untuk rucaan karena di ajak oleh salah satu teman kami bernama Silfy atau kami biasa memanggil dia Chamay. Kami sudah menghubungi teman-teman yang lain tpi apadaya mereka sudah terlanjur pulang. Yaaaa tak apalah. . .seadanya kami berangkat. Chamay si empunya rumah tidak berangkat bersama kami berempat karena kami masih berusaha menghubungi teman yang lain dan dia pun bilang sebelum rujaan dia mau makan terlebih dulu.

F.R.I.E.N.D

Akhirnya kami berempatpun berangkat ke rumah teman kami Chamay di daerah Belumbungan. Sebelum kami ke tempat tujan kami menyempatkan diri mampir sebentar sekedar menikmati keindahan di Plesteran dan tak lupa berfoto disana.

Sungguh tempat disana sangat menyenangkan dan indah. Dalam hati saya ada rasa sedih juga karena tidak semua sahabat baik saya dapat menikmati keindahan alam dan berfoto bersama  di tempat itu.

Setelah dari tempat itu kami mampir terlebih dahulu di rumah salah satu dari kami berempat yakni Nurul yang kebetulan juga bermukim di daerah BLB. Di rumah Nurul kami sebentar saja. Hanya minum the dan mari yang di hidangkan. Kemudian kami pun langsung berangkat menuju rumah chamay yang tidak jauh dari rumah Nurul.

F.R.I.E.N.D

Sesampainya di rumah chamay kami pun terkejut karena pemandangan disekitar rumahnya sangat indah. Langsung saja kebiasan kami berfoto jika melihat pemandangan yang indah. Kemudian kami pun kembali ke rencana semula yaitu rujakan.

Kamipun sangat menikmati hari itu, tetapi masih saja dalam hati saya berkata “seandainya semua sahabat saya bisa ikut pasti akan berlipat keseruannya”.

***

            Selanjutnya kisah perjalanan kami ke pantai Talang dan Jumiang. Sebenarnya perjalanan kami ke dua tempat wisata ini terjadi secara mendadak. Baiklah saya bisa pergi ke tempat itu hanya berdua dengan Dayat. Terlebih dahulu kami setiap hari minggu harus menghadiri acara rutin Diklat bahasa inggris di SMP N 1 Pamekasan. Sebetulnya kami tidak hanya berdua ikut serta dalam acara itu akan tetapi ada salahsatu sahabat kami yang bernama Savinatunnajah atau biasa di panggil Vina. Setelah seleai diklat tersebut kami sering mampir ke dua tempat itu, tetapi sahabat kami Vina tidak dapat ikut serta karena beberapa hal diantaranya pertama kami kekurangan sarana transportasi dan dia harus cepat kembali pulang  karena tinggal di sebuah pondok pesantren.

Setelah selesai menghadiri acara rutin Diklat kamipun langsung menuju salah satu tempat wisata itu. Kedu tempat itu sangat indah pemandangannya akan tetapi kurang bahkan terlihat tidak adanya perhatian khusus dari pemkab pamekasan untuk pelestarian tempat wisata itu. Di pantai jhumiang pantainya pun sangat kotor sudah banyak entah saya tidak tau namanya itu adalah alat para petani rumput laut dan di bagian tebing(kami biasa mmenyebut tebing salahsatu bagian di jumiang) yang rindang terlihat suasana yang angker dan sepi, terlebih lagi tempat itu seperti telah menjadi tempat khusus untuk orang berpacaran.

Pantai talang juga memiliki pemandangan yang eksotis akan tetapi lagi-lagi terlihat kurang indah karena kurangnya perhatian dari pemkab. Tempat itupun sama menjadi tempat untuk berpacaran.

***

            Baik kiata tinggalkan kedua pantai itu. Sekarang kita ke tempat yang tidak kalah indah pemandangannya, yaitu Sumber mata air di Omben. Sumber mata air ini bisa dibilang adalah tempat yang paling sering kita kunjungi. Mengapa demikian?. . . pertama tempat ini dekat dengan rumah salah satu sahabat kami yang bernama Wahyudian J W atau biasa di panggil Wahyu ataupun Wiwit, kedua tempat itu sangat indah dan memiliki air yang sangat jernih.

F.R.I.E.N.D

F.R.I.E.N.D

Kami pergi kesana bersama Wahyu, suhada, dayat, putra, fia, didin, nurul, ila dan saya. Terkadang kami saja para cowo dan di tambah Hary atau Roby, mereka juga sanabat baik saya. Disana kami berenang dengan suka ria dan kedua sahabat kami yang bernama Suhada dan Dayat mengunakan kesempatan itu untuk belajar berenang. Tak lupa pula kami seperti biasa mengambil foto dengan berbagai

F.R.I.E.N.D

background yang indah.

F.R.I.E.N.D

Setelah puas berenang kaminpun mampir ke rumah Wahyu untuk mengeringkan diri dan mengisi perut. Untung keluarga wahyu sangat baik kami di hidangkan roti, susu kental mans, kerupuk, dan rujak cingur yang pedas. Kami pun melahapnya sambil bercanda ria.

Sebetulnya kami pun akan mengajak dua sahabat kami yaitu Vina dan Immikamilatinnisa’ akn tetapi semua tidak bisa. Kalow Vina tidak bisa ikut karena harus kembali ke pondoknya tetapi Immi tidak bisa ikut karena dilarang oleh pacarnya. Maklumlah anak kecil pacaran yang aneh gak boleh ini dan itu. Tpi untung sahabat kami immi kini sudah berubah. Sebenarnya jika semua sahabat kami bisa ikut serta akan lebih seru dan menyenangkan pastinya tetapi mau bagaimana lagi kami tidak bisa memaksakan kehendak sendiri.

***

            Ok ok lanjut ke cerita pengalaman pribadi kami saat berlibur ke Yogya tepatnya Candi Borobudur dan Pasar malioboro. Kesempatan berlibur ini kami dapat secara geratis dengan biaya pemerintah kabupaten pamekasan dalam kesempatan program diklat bahasa inggris. Kami hanya bertiga yang dapat ikut dalam ksempatan itu, yakni saya, Dayat dan Vina.

F.R.I.E.N.D

Kami berangkat bersama rombongan lain dari sekolah-sekolah SMP, SMA sederajat se Pamekasan sekitar jam 19.30 waktu setempat. Kemudian kami tiba ke tempat tujuan pas jam 11.00 siang waktu setempat.

Awal kunjungan kami di mulai di Candi Borobudur. Sebetulnya kami semua di beri tugas oleh mentor kami untuk melakukan pembicaran dengan turis asing menggunakan bahasa inggris kemudian kami harus merekamnya sebagai bukti autentik yang harus di serahkan pada panitia diklat, akan tetapi biasalah selaku remaja yang masih ada pemikiran aneh kami berpikir untuk tidak melakukan tugas itu, kita hanya beranggapan bahwa kita hanya mau liburan saja bukan tugas. Jadi kamipun hanya bersenang-senang dan yang pasti take many pictures.

F.R.I.E.N.D

F.R.I.E.N.D

Kami tak lama di candi itu kemudian ada pengumuman bahwa semua rombongan harus segera kembali ke tempat parkir bus. Akhirnya kami pun berkumpul lagi di bus dan melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan kami yang ke dua yaitu Pasar Malioboro. Di tempat itu kami merasa puas tidak seperti saat di candi yang hanya di beri waktu singkat. Kami menikmati malam minggu yang panjang di Malioboro, kami tiba disana sekitar jam 17.00 sebelum adzan magrib dan melanjutkan perjalan pulang tepat jam 22.00. Bisa di bilang malam itu adalah malam minggu pertama yang sangat menyenangkan bagi saya di tempat yang special pula.

***

            Yaaaa beginilah cerita keseruan saya bersama sahabat-sahabat baik saya. Semua terasa indah bila sudah bersama. Tetapi semua sudah berbeda, tak seperti dulu lagi kta bisa bersama setiap hari. Semua harus menempuh jalan hidup yang baru. Akan tetapi persahabatan kita akan selalu ada selamanya. Aminn

Sekian dulu cerita sekilas perjalanan kami. Kami mohon maaf jika da salah kata yang kurang berkenan dengan hati para pembaca. Basar harapan saya banyak orang yang membaca cerita ini dan terinspirasi untuk mencari sahabat baik dalam hidup. Besar harapan saya juga untuk sahabat-sahabat baik saya untuk menbaca cerita ini dan tersenyum kemudian berkata “sungguh indah persahabatan kami, terimakasih Allah”

Wassalamualaikum WR. WB.,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s